ngodingdulu
Deploy & DevOpsKonsepPemula

Domain, DNS, dan HTTPS untuk Pemula

Alamat .pages.dev sudah jalan, tapi nama sendiri terasa lain. Begini cara internet menemukan aplikasimu, dan cara memasang domainmu tanpa merusak yang lain.

Oleh Afa Hernandes6 menit baca

Daftar isi

Setelah deploy pertama, aplikasimu punya alamat seperti catatanku.pages.dev. Alamat itu berfungsi, tapi alamat sendiri seperti catatanku.id lebih mudah diingat, lebih dipercaya, dan tetap milikmu walaupun nanti pindah layanan hosting.

Untuk memasangnya, kamu perlu memahami tiga hal: domain (nama), DNS (buku telepon yang menghubungkan nama ke server), dan HTTPS (gembok yang membuat koneksinya aman). Artikel ini menjelaskan ketiganya dengan contoh nyata, lalu menunjukkan cara memasang domain ke Cloudflare Pages tanpa merusak hal lain, terutama email.

Domain: nama yang kamu sewa

Domain adalah nama di internet, misalnya ngodingdulu.com. Kamu tidak membelinya selamanya, tapi menyewanya per tahun dari registrar (penjual domain). Kalau lupa memperpanjang, domain bisa lepas dan dibeli orang lain. Aktifkan perpanjangan otomatis.

Bagian-bagiannya:

Bagian Contoh Keterangan
Ekstensi (TLD) .com, .id, .co.id, .my.id Ekstensi .id dan turunannya dikelola PANDI. Beberapa punya syarat khusus, misalnya .co.id untuk badan usaha
Domain utama (apex) catatanku.id Nama yang kamu sewa
Subdomain www.catatanku.id, blog.catatanku.id Kamu bebas membuatnya sendiri, gratis

Domain ≠ hosting. Domain hanya nama. Aplikasimu tetap berjalan di layanan hosting (misalnya Cloudflare Pages). DNS-lah yang menghubungkan keduanya.

DNS: buku telepon internet

Komputer menemukan server lewat alamat IP, deretan angka seperti 216.239.32.21. Manusia lebih mudah mengingat nama. DNS (Domain Name System) menerjemahkan nama menjadi alamat. Saat kamu mengetik sebuah domain di browser, browser “menelepon” DNS untuk menanyakan ke mana harus pergi.

Isi buku telepon itu disebut record. Jenis yang paling sering kamu temui:

Record Fungsi Contoh
A Nama → alamat IPv4 @ → 192.0.2.10
AAAA Nama → alamat IPv6 @ → 2001:db8::10
CNAME Nama → nama lain (alias) www → catatanku.pages.dev
MX Server penerima email domain ini @ → mail.penyedia-email.com
TXT Catatan teks: verifikasi kepemilikan, aturan anti-spam email @ → v=spf1 …
NS Nameserver: siapa yang memegang buku telepon domain ini ns1.penyedia-dns.com

Simbol @ berarti domain utama itu sendiri (catatanku.id), bukan subdomain.

Melihat DNS sebuah domain

Kamu bisa melihat record DNS domain mana pun dengan nslookup (ada di Windows, Mac, dan Linux). Contohnya domain situs ini, sebelum pindah dari Blogger:

Terminal window
nslookup -type=NS ngodingdulu.com
ngodingdulu.com nameserver = nsid1.rumahweb.com
ngodingdulu.com nameserver = nsid2.rumahweb.net
ngodingdulu.com nameserver = nsid3.rumahweb.biz
ngodingdulu.com nameserver = nsid4.rumahweb.org

Artinya, buku telepon ngodingdulu.com dipegang oleh nameserver registrar-nya.

Terminal window
nslookup -type=CNAME www.ngodingdulu.com
www.ngodingdulu.com canonical name = ghs.google.com

Subdomain www adalah alias (CNAME) ke ghs.google.com, yaitu server Blogger. Begitulah blog di Blogger memakai domain sendiri. Di Mac dan Linux, kamu juga bisa memakai dig, misalnya dig www.ngodingdulu.com CNAME.

Kenapa perubahan DNS tidak langsung terasa

Setiap record punya TTL (time to live): berapa lama jawaban DNS boleh disimpan sementara oleh komputer dan penyedia internet. Setelah kamu mengubah record, sebagian orang masih mendapat jawaban lama sampai TTL-nya habis. Biasanya beberapa menit sampai beberapa jam. Pindah nameserver bisa lebih lama lagi, bahkan sampai 1–2 hari. Proses menunggu ini sering disebut propagasi DNS. Jadi kalau perubahanmu belum terlihat, tunggu dulu sebelum mengubah lagi.

HTTPS: gembok di address bar

HTTPS membuat koneksi antara browser dan server terenkripsi, sehingga data yang dikirim (form, login, dan lain-lain) tidak bisa diintip atau diubah di tengah jalan. Tanda nyatanya adalah ikon gembok. Browser modern memberi peringatan “Tidak aman” untuk situs tanpa HTTPS, dan Google juga lebih menyukai situs ber-HTTPS.

HTTPS butuh sertifikat untuk domainmu. Dulu sertifikat harus dibeli dan dipasang manual. Sekarang layanan seperti Cloudflare Pages, Netlify, dan Vercel menerbitkan dan memperpanjangnya otomatis, gratis, begitu domainmu terhubung. Kamu tinggal memastikan semua alamat di situsmu memakai https://.

Memasang domain ke Cloudflare Pages

Ada dua skenario, tergantung alamat mana yang ingin kamu pakai.

Skenario A: subdomain saja (misalnya www.catatanku.id)

Cara ini bisa dipakai walaupun DNS domainmu tetap di registrar.

  1. Di Cloudflare, buka proyek Pages-mu → Custom domains → Set up a domain, lalu masukkan www.catatanku.id.
  2. Di pengaturan DNS registrar-mu, tambahkan record CNAME: nama www, tujuan catatanku.pages.dev (alamat proyekmu).
  3. Tunggu sampai statusnya aktif dan sertifikat HTTPS terbit.

Urutannya penting: daftarkan domainnya di Pages dulu, baru buat CNAME-nya. Kalau CNAME dibuat lebih dulu, situs akan menampilkan error 522.

Skenario B: domain utama (misalnya catatanku.id tanpa www)

Standar DNS tidak mengizinkan CNAME di domain utama. Karena itu, untuk memakai domain utama di Cloudflare Pages, pengelolaan DNS domainmu harus dipindah ke Cloudflare:

  1. Tambahkan domain ke akun Cloudflare (paket gratis cukup). Cloudflare akan memindai record DNS yang sudah ada.
  2. Periksa hasil pindaian dengan teliti, terutama record MX dan TXT untuk email. Lihat peringatan di bawah.
  3. Di panel registrar, ganti nameserver ke dua nameserver yang diberikan Cloudflare.
  4. Tunggu sampai Cloudflare menyatakan domainmu aktif.
  5. Di proyek Pages → Custom domains, tambahkan catatanku.id (dan www.catatanku.id kalau ingin keduanya). Record DNS-nya akan dibuat otomatis.

Domainmu tetap terdaftar di registrar yang sama, dan perpanjangannya tetap di sana. Yang pindah hanya pengelolaan buku teleponnya.

Pilih satu alamat utama

Putuskan apakah alamat utamamu memakai www atau tidak, lalu arahkan yang satunya ke alamat utama dengan redirect permanen (301). Dengan begitu tidak ada dua alamat berbeda untuk konten yang sama, dan mesin pencari tidak bingung. Situs ini, misalnya, memakai www.ngodingdulu.com sebagai alamat utama.

Jangan sampai email ikut mati

Ini kesalahan paling mahal saat mengurus DNS. Kalau domainmu sudah dipakai untuk email (misalnya halo@catatanku.id), record MX dan TXT-nya harus ikut ada di penyedia DNS yang baru. Kalau tidak, email berhenti diterima, sering tanpa pesan error apa pun, sampai ada yang mengeluh.

Sebelum memindahkan nameserver:

  1. Catat atau screenshot semua record DNS yang ada di registrar.
  2. Setelah Cloudflare memindai, bandingkan satu per satu. Tambahkan yang terlewat.
  3. Setelah pindah, kirim email percobaan ke alamat di domainmu dan pastikan email itu sampai.

Error yang sering muncul

Error 522 setelah menambahkan CNAME. Domain belum didaftarkan di Custom domains proyek Pages. Daftarkan dulu, lalu tunggu beberapa menit.

Status domain di Pages lama tertahan, sertifikat tidak kunjung terbit. Periksa apakah record DNS-nya sudah benar dengan nslookup. Kalau domainmu punya record CAA (aturan tentang siapa yang boleh menerbitkan sertifikat), pastikan aturan itu mengizinkan penerbit yang dipakai Cloudflare.

Perubahan DNS belum terlihat. Tunggu TTL habis. Untuk mengecek, pakai nslookup dengan DNS publik, misalnya nslookup www.catatanku.id 1.1.1.1, supaya tidak terkecoh jawaban lama yang tersimpan di komputermu.

Gembok tidak muncul, atau muncul peringatan “konten campuran”. Ada gambar, script, atau CSS yang masih dipanggil lewat http://. Ganti semua alamatnya menjadi https://, atau gunakan alamat relatif seperti /gambar/logo.png.

Pertanyaan yang sering diajukan

Beli domain di mana?

Di registrar mana saja, baik lokal maupun luar negeri. Bandingkan harga perpanjangan, bukan hanya harga tahun pertama yang sering didiskon. Pastikan panel registrar-nya mengizinkan kamu mengganti nameserver.

.com atau .id?

Keduanya bisa. Ekstensi .id menunjukkan identitas Indonesia, sedangkan .com paling dikenal secara global. Yang lebih penting adalah nama yang pendek, mudah diucapkan, dan mudah diingat.

Apakah harus memindahkan nameserver ke Cloudflare?

Hanya kalau ingin memakai domain utama (tanpa www) di Cloudflare Pages, atau ingin memakai fitur Cloudflare lainnya. Kalau cukup dengan subdomain seperti www atau app, CNAME di registrar sudah cukup.

Kesimpulan

Domain adalah nama yang kamu sewa, DNS adalah buku telepon yang mengarahkan nama itu ke server, dan HTTPS adalah gembok yang kini diberikan otomatis oleh layanan modern. Untuk memasang domain ke Cloudflare Pages: subdomain cukup dengan CNAME, sedangkan domain utama perlu DNS-nya dikelola Cloudflare. Selalu bawa serta record email saat memindahkan DNS.

Dengan ini Level 1 jalur Deploy & Production selesai: kode tersimpan di Git dan GitHub, secret aman, aplikasi sudah online, dan sekarang punya alamat sendiri. Level berikutnya membuat semuanya otomatis dan konsisten: CI/CD, Docker, dan database di production.

Bagikan:WhatsAppTelegramXFacebook
Ilustrasi grafik commit Git: jalur utama main dengan cabang fitur-total-bulanan yang bergabung kembali, dan kartu pull request yang sudah disetujui
DeployTutorial

Git dan GitHub untuk Kerja Tim: Commit sampai PR

Git menyimpan setiap versi kodemu, GitHub menyimpannya di internet. Dengan keduanya, kode bisa dikerjakan bersama tanpa saling menimpa, dan setiap perubahan bisa langsung online.

15 Desember 20256 mnt

Enter bukaEsc tutupHalaman pencarian