ngodingdulu
AI & Vibe CodingTutorialPemula

Cara Menulis Prompt untuk Membuat Aplikasi dengan AI

AI tidak bisa membaca pikiranmu. Setiap hal yang tidak kamu sebutkan akan ia tebak, dan tebakannya belum tentu sama dengan maumu.

Oleh Afa Hernandes6 menit baca

Daftar isi

Coba ketik ke AI: “bikinin app keuangan”. Kamu akan mendapat sesuatu, mungkin malah sesuatu yang terlihat keren. Tapi apakah itu aplikasi untuk mencatat pengeluaran pribadi, mengelola kas warung, atau membuat laporan keuangan perusahaan? Apakah datanya disimpan di HP, di server, atau hilang saat halaman ditutup? AI harus menebak semua itu, dan setiap tebakan yang meleset berarti satu putaran perbaikan lagi.

Di tutorial ini kamu akan belajar mengubah ide menjadi spesifikasi singkat: prompt yang cukup jelas sehingga AI tidak perlu menebak. Hasil akhirnya adalah template yang bisa kamu pakai ulang, plus satu contoh lengkap yang akan kita bangun di tutorial berikutnya.

Kenapa prompt yang samar gagal

Prompt yang samar bukan berarti AI-nya bodoh. Masalahnya, setiap keputusan yang tidak kamu buat akan dibuatkan oleh AI. Untuk “bikinin app keuangan”, AI diam-diam memutuskan:

  • siapa penggunanya dan di perangkat apa,
  • fitur apa saja yang masuk (sering kali terlalu banyak),
  • di mana data disimpan,
  • teknologi apa yang dipakai,
  • seperti apa tampilannya.

Hasilnya biasanya salah satu dari dua: aplikasi besar setengah jadi dengan banyak fitur yang tidak kamu butuhkan, atau aplikasi yang tampak benar tetapi dibangun di atas asumsi yang keliru. Keduanya mahal untuk diperbaiki.

Enam bagian spesifikasi

Spesifikasi yang baik untuk aplikasi kecil tidak perlu panjang. Enam bagian ini sudah cukup:

Bagian Pertanyaan yang dijawab Contoh
Tujuan Masalah apa yang diselesaikan? Mencatat pengeluaran harian supaya tahu uang habis ke mana
Pengguna Siapa yang memakai, di perangkat apa? Saya sendiri, terutama dari HP
Fitur inti Apa saja yang harus ada di versi pertama? Tambah catatan, hapus catatan, total hari ini
Data Apa yang disimpan, dan di mana? Keterangan dan jumlah; disimpan di browser
Batasan Apa yang tidak boleh atau tidak perlu? Tanpa login, tanpa server, satu file saja
Selesai jika Bagaimana tahu aplikasinya sudah benar? Total benar, data tetap ada setelah halaman di-refresh

Dua bagian terakhir paling sering dilupakan, padahal paling berpengaruh. Batasan mencegah AI membuat sesuatu yang terlalu rumit. Selesai jika memberimu daftar uji yang jelas, jadi kamu tidak berhenti di “kelihatannya sudah jalan”.

Langkah 1: Tulis idenya dalam satu kalimat

Sebelum membuka AI, tulis idemu dalam satu kalimat dengan pola: “Aplikasi untuk [siapa] supaya bisa [melakukan apa].”

Aplikasi untuk saya sendiri supaya bisa mencatat pengeluaran harian dan tahu totalnya.

Kalau kamu kesulitan menulis kalimat ini, idenya belum matang, dan AI juga tidak akan bisa membantu banyak. Pikirkan dulu sambil ngopi.

Langkah 2: Coret fitur sampai tinggal yang inti

Tulis semua fitur yang terpikir, lalu coret yang tidak wajib untuk versi pertama. Grafik bulanan, kategori, ekspor ke Excel, login, mode gelap: semuanya bisa ditambahkan nanti, satu per satu.

Patokannya: versi pertama harus bisa selesai dalam satu sesi. Prinsip kami: secangkir kopi, satu fitur jadi.

Langkah 3: Isi template spesifikasi

Salin template ini dan isi setiap bagiannya:

template-spesifikasi.txt
Buatkan aplikasi web sederhana dengan spesifikasi berikut.
TUJUAN
[Satu kalimat: masalah apa yang diselesaikan]
PENGGUNA
[Siapa yang memakai dan di perangkat apa]
FITUR (versi pertama, jangan tambahkan fitur lain)
1. [fitur]
2. [fitur]
3. [fitur]
DATA
[Apa yang disimpan dan di mana]
BATASAN
- [teknologi atau bentuk yang diinginkan]
- [hal yang tidak perlu]
SELESAI JIKA
- [hal yang bisa diuji]
- [hal yang bisa diuji]
Sebelum menulis kode, tanyakan dulu hal yang belum jelas.
Setelah selesai, jelaskan singkat cara kerjanya dan cara saya mengujinya.

Dua kalimat terakhir di template itu penting:

  • “Tanyakan dulu hal yang belum jelas” membuat AI menunjukkan asumsi yang belum kamu putuskan, sebelum asumsi itu jadi kode.
  • “Jelaskan cara kerjanya dan cara mengujinya” membuatmu mendapat penjelasan dan daftar uji, bukan hanya kode.

Langkah 4: Contoh lengkap

Ini spesifikasi aplikasi pencatat pengeluaran yang akan kita bangun di tutorial berikutnya:

spesifikasi-pencatat-pengeluaran.txt
Buatkan aplikasi web sederhana dengan spesifikasi berikut.
TUJUAN
Mencatat pengeluaran harian supaya saya tahu uang habis ke mana.
PENGGUNA
Saya sendiri, dibuka di browser laptop atau HP.
FITUR (versi pertama, jangan tambahkan fitur lain)
1. Form untuk menambah catatan: keterangan (teks) dan jumlah (rupiah, bilangan bulat).
2. Daftar catatan hari ini, masing-masing dengan tombol hapus.
3. Total pengeluaran hari ini di bagian atas, dalam format Rupiah.
DATA
Disimpan di localStorage browser. Setiap catatan menyimpan tanggal,
supaya yang tampil hanya catatan hari ini.
BATASAN
- Satu file index.html saja (HTML, CSS, dan JavaScript di dalamnya).
- Tanpa library, tanpa login, tanpa server.
- Tampilan sederhana dan nyaman dipakai di layar HP.
- Teks dari pengguna harus ditampilkan sebagai teks biasa, jangan pakai innerHTML.
SELESAI JIKA
- Total benar setelah menambah dan menghapus catatan.
- Jumlah 0, negatif, desimal, atau keterangan kosong ditolak.
- Data tetap ada setelah halaman di-refresh.
Sebelum menulis kode, tanyakan dulu hal yang belum jelas.
Setelah selesai, jelaskan singkat cara kerjanya dan cara saya mengujinya.

Perhatikan satu baris di bagian batasan: “Teks dari pengguna harus ditampilkan sebagai teks biasa, jangan pakai innerHTML.” Itu permintaan keamanan. Tanpa baris itu, sebagian AI menampilkan teks dengan cara yang bisa menjalankan kode kalau seseorang mengetik sesuatu yang aneh ke dalam form. Kamu tidak perlu paham detailnya sekarang. Yang penting, kebutuhan keamanan juga boleh ditulis di spesifikasi.

Langkah 5: Setelah versi pertama jadi, satu perubahan per prompt

Spesifikasi dipakai sekali di awal. Setelah itu, setiap perubahan dikirim satu per satu:

  • ✅ “Tambahkan total pengeluaran bulan ini di bawah total hari ini. Jangan ubah bagian lain.”
  • ❌ “Tambahkan total bulanan, kategori, grafik, dan mode gelap.”

Kalimat “jangan ubah bagian lain” sederhana, tapi sering menyelamatkan fitur yang sudah jalan dari ikut diubah.

Langkah 6: Melaporkan bug dengan jelas

Saat ada yang tidak beres, “masih error” adalah laporan yang paling tidak membantu. Gunakan pola empat bagian ini:

laporan-bug.txt
Yang saya lakukan: menambah catatan "Kopi" 18000, lalu refresh halaman.
Yang saya harapkan: catatan "Kopi" masih ada.
Yang terjadi: daftar kosong dan total kembali Rp 0.
Pesan error di Console (F12): [tempel pesan error-nya di sini, kalau ada]

Dengan laporan seperti ini, AI tahu persis apa yang harus diperiksa, dan kamu juga terlatih berpikir seperti developer.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis spesifikasi terlalu panjang. Spesifikasi tiga halaman untuk aplikasi kecil sama membingungkannya dengan satu kalimat. Enam bagian, masing-masing beberapa baris, sudah cukup.
  • Tidak menulis batasan. Tanpa batasan, AI cenderung memakai teknologi yang lebih rumit dari yang kamu butuhkan.
  • Melewatkan “selesai jika”. Tanpa kriteria selesai, kamu tidak tahu kapan berhenti, dan tidak tahu apa yang harus diuji.
  • Menempelkan data rahasia. Jangan pernah menulis password, API key, atau data pribadi orang lain di dalam prompt.

Pertanyaan yang sering diajukan

Lebih baik menulis prompt dalam bahasa Indonesia atau Inggris?

Tool AI yang umum dipakai sekarang memahami bahasa Indonesia dengan baik. Tulis dalam bahasa yang paling membuatmu jelas. Istilah teknis seperti localStorage atau login boleh tetap dalam bahasa Inggris.

Bagaimana kalau AI tetap menambahkan fitur yang tidak saya minta?

Minta ia menghapusnya: “Hapus fitur X, kembalikan sesuai spesifikasi.” Lalu tambahkan larangan itu ke bagian batasan untuk proyek berikutnya.

Apakah template ini hanya untuk aplikasi web?

Tidak. Enam bagiannya berlaku untuk aplikasi apa pun: aplikasi HP, bot, atau skrip otomatisasi. Yang berubah hanya isi bagian batasan, misalnya bahasa pemrograman atau platform tujuannya.

Kesimpulan

AI bekerja paling baik ketika kamu sudah membuat keputusan pentingnya: tujuan, pengguna, fitur inti, data, batasan, dan kriteria selesai. Spesifikasi singkat seperti itu menghemat banyak putaran perbaikan dan membuat hasilnya bisa diuji.

Spesifikasinya sudah siap. Sekarang saatnya membangunnya: aplikasi pertamamu dengan AI dalam satu sesi.

Bagikan:WhatsAppTelegramXFacebook
Ilustrasi dua pengguna Budi dan Sari melewati halaman login menuju database yang barisnya ditandai pemiliknya, dengan kartu aturan akses yang hanya mengizinkan membaca baris milik sendiri
AITutorial

Menambahkan Database dan Login Tanpa Panik

Begitu datamu pindah dari browser ke database online, satu pertanyaan jadi yang terpenting: bisakah orang lain membaca data yang bukan miliknya?

1 Juni 20266 mnt

Ilustrasi siklus tiga langkah minta, uji, commit di samping diff kecil fitur total bulan ini dengan delapan baris tambahan dan keterangan tujuh uji lulus
AITutorial

Satu Fitur Sekali Jalan: Cara Kerja dengan AI

Permintaan besar sekaligus adalah cara tercepat membuat AI tersesat. Fitur kecil yang diuji dan disimpan satu per satu justru membawamu lebih cepat sampai.

18 Mei 20266 mnt

Ilustrasi kaca pembesar di samping kode buatan AI yang dibagi menjadi tiga bagian berlabel menyimpan data, menampilkan daftar, dan memeriksa input
AITutorial

Memahami Kode Buatan AI Tanpa Jadi Programmer

Kamu tidak harus bisa menulis kodenya. Tapi kamu harus tahu bagian mana melakukan apa, supaya bisa memberi perintah yang tepat dan curiga saat ada yang aneh.

4 Mei 20266 mnt

Enter bukaEsc tutupHalaman pencarian